Pohon Beringin di Keraton Yogyakarta

img_2pfY5GP.jpg
Senin, 22 Januari 2018 admin

Pohon beringin (Ficus Benjamina) memiliki posisi istimewa bagi Kesultanan Yogyakarta. Sebagai tanaman kerajaan, pohon beringin yang besar dan rimbun melambangkan pengayoman raja kepada rakyatnya. Ada puluhan pohon beringin yang ditanam di kawasan Keraton Yogyakarta, beberapa di antaranya bahkan memiliki nama.

Toponim Kampung Prajurit di Yogyakarta

img_i0FFkEM.jpg
Senin, 15 Januari 2018 admin

Kota Yogyakarta kaya dengan toponim. Banyak nama kampung yang berkaitan erat dengan asal-usul keberadaan kampung tersebut. Salah satunya adalah nama kampung yang muncul dari nama-nama kesatuan prajurit keraton yang pernah bermukim di sana. Penempatan pemukiman prajurit tersebut tidak dapat dipisahkan dari sejarah prajurit keraton itu sendiri.

Kasultanan Yogyakarta telah memiliki kesatuan-kesatuan prajurit yang kuat sejak awal berdirinya. Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792) dan Hamengku Buwono II (1792-1812), terdapat 15 perangkat Abdi Dalem Prajurit, 6 perangkat Abdi Dalem Prajurit Kadipaten (pengawal putra mahkota), dan 5 perangkat Abdi Dalem Prajurit Pangrembe.

Para prajurit keraton ini tinggal di sekitar keraton, di dalam benteng baluwarti. Dengan demikian kesatuan-kesatuan prajurit tersebut memiliki posisi strategis dalam mempertahankan benteng keraton.

Toponim Kampung Abdi Dalem Njaba Beteng

img_ttdW9F2.jpg
Senin, 18 Desember 2017 admin

Toponim Kampung Abdi Dalem Njeron Benteng

img_5Wlfz08.jpg
Senin, 04 Desember 2017 admin

Benteng Keraton Yogyakarta

img_GxV166y.jpg
Senin, 02 Oktober 2017 admin

Kota-kota kerajaan di pulau Jawa tidak dapat dipisahkan dari benteng. Demikian juga kota-kota kerajaan pada masa Mataram Islam. Semua ibukota kerajaan Mataram Islam mulai dari Kota Gedhe, Plered, Kartasura, Surakarta, hingga Yogyakarta memiliki tembok pertahanan yang mengelilingi keraton. Bahkan dalam bahasa sansekerta, kata kota memiliki makna yang sama dengan benteng.

Keraton Yogyakarta memiliki dua lapis tembok. Lapisan dalam berupa tembok cepuri yang mengelilingi kedhaton, atau kawasan keraton. Tembok berikutnya jauh lebih luas dan kuat, disebut dengan tembok Baluwarti, atau lebih sering disebut hanya sebagai Beteng. Selain kedhaton, tembok Baluwarti juga melingkupi kawasan tempat tinggal kerabat Sultan dan pemukiman Abdi Dalem, area yang kini sering disebut sebagai kawasan Jeron Beteng.

Tata Ruang dan Bangunan Kawasan Inti Keraton Yogyakarta

img_2qmgu82.jpg
Senin, 10 Juli 2017 admin

Kawasan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan bangunan cagar budaya yang terdiri dari serangkaian ruang dan bangunan yang memiliki nama, fungsi, pelingkup serta vegetasi tertentu. Serangkaian ruang-ruang terbuka di dalam keraton disebut plataran. Setiap plataran dihubungkan dengan regol atau gerbang yang merupakan pembatas antara plataran satu dengan yang lainnya.

Masjid Pathok Negara Sebagai Pilar Kasultanan Yogyakarta

img_U2LFOw8.jpg
Senin, 26 Desember 2016 admin

Keberadaan masjid menjadi salah satu pilar bagi berdirinya Kasultanan Yogyakarta. Selain Masjid Gedhe yang berada di pusat pemerintahan, Kasultanan Yogyakarta juga membangun masjid di empat penjuru mata angin. Keempat masjid ini disebut sebagai Masjid Pathok Negara.

Secara makna kata, pathok berarti sesuatu yang ditancapkan sebagai batas atau penanda, dapat juga berarti aturan, pedoman ,atau dasar hukum. Sementara negara berarti negara, kerajaan, atau pemerintahan. Sehingga pathok negara bisa diartikan juga sebagai batas wilayah negara atau pedoman bagi pemerintahan negara.

TATA PEMERINTAHAN