Info Terkini

Tim Kesenian Keraton Yogyakarta Tampil di Abu Dhabi

531 | Sabtu, 03 Februari 2018 admin Pementasan Tim Kesenian Keraton Yogyakarta di Museum LAD, Abu Dhabi. Sumber: KBRI UEA

Pementasan Tim Kesenian Keraton Yogyakarta di Museum LAD, Abu Dhabi. Sumber: KBRI UEA

Sambutan luar biasa mengiringi penampilan tim kesenian Keraton Yogyakarta di Museum Louvre Abu Dhabi (LAD), pada 2-3 Februari 2018. Sebanyak 35 penari dan pengrawit mendapat undangan dari Museum LAD untuk membawakan tujuh tarian.

Pada hari pertama (2/2), rombongan menampilkan tari Klana Raja, Beksan Menak: Umarmaya-Umarmadi, Pethilan Topeng: Surawasesa Gandrung, dan Bedhaya Angron Sekar. Selanjutnya, pada hari kedua (3/2) ditampilkan tari Srimpi Pandelori, Beksan Menak: Rengganis-Widaninggar, dan Wayang Topeng: Sekartaji Boyong. Setiap hari pertunjukan dihadiri tidak kurang dari 300 orang penonton.

Rombongan kesenian dari Keraton Yogyakarta tiba di Abu Dhabi pada tanggal 29 Januari dan menjalakan misi kesenian hingga tanggal 5 Februari mendatang. Tidak hanya tampil untuk membawakan sejumlah tarian, beberapa anggota tim juga datang ke sekolah-sekolah di Abu Dhabi untuk mengadakan pelatihan singkat membuat wayang dan memperkenalkan berbagai kekayaan budaya dari keraton.

Menurut perwakilan KBRI di Abu Dhabi, penampilan tim kesenian Keraton Yogyakarta ini tidak lepas dari upaya terus menerus memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Timur Tengah.

Museum LAD adalah museum yang merangkum seni dan kebudayaan manusia dari berbagai tempat dan waktu. Museum yang terletak di Abu Dhabi ini didirikan atas kerja sama pemerintah Uni Emirat Arab dengan pemerintah Perancis dan baru saja diresmikan pada November 2017 lalu. Dengan luas 2,4 ha, museum ini menjadi museum terbesar di Jazirah Arab.

Manuel Rabate, direktur Museum LAD, sangat senang menerima kedatangan rombongan yang dipimpin langsung oleh GKR Mangkubumi. Ditambahkan dalam laman resmi Museum LAD, terdapat unsur-unsur dari India, Islam dan kebudayaan asli daerah dalam tari-tarian di Keraton Yogyakarta. Kesenian keraton masih terus dipelajari dan dilestarikan baik oleh masyarakat maupun keluarga keraton, termasuk puteri-puteri Sultan sendiri.


Sri Sultan bersama tim kesenian saat gladi bersih di Bangsal Sri Manganti

TATA PEMERINTAHAN