Info Terkini

Keraton Yogyakarta Gelar Peringatan Ulang Tahun Sultan dan Wisuda Abdi Dalem

2789 | Senin, 30 Januari 2017 admin Upacara Sugengan di Tratag Bangsal Kencana. Sumber: Tepas Tandha Yekti

Upacara Sugengan di Tratag Bangsal Kencana. Sumber: Tepas Tandha Yekti

Keraton Yogyakarta baru saja menggelar Tingalan Dalem Tahunan dan Wisuda Abdi Dalem pada hari yang sama, Sabtu 28 Januari 2017.

Tingalan Dalem Tahunan, atau peringatan Ulang Tahun Sultan dalam kalender Jawa, jatuh setiap tanggal 29 Bakdamulud. Peringatan ini diwujudkan dalam upacara Sugengan yang digelar di Tratag Bangsal Kencana mulai pukul 09.00 WIB, dan dibuka dengan doa oleh Penghageng Pengulon, KRT Kamaludiningrat.

Dalam upacara ini disajikan 73 Tumpeng Yuswo dengan lauk gudangan dan 71 Tumpeng Yuswo dengan lauk dendeng age, sambel krecek, dan perkedel. Angka 73 melambangkan usia Sultan dalam tahun Jawa sedang angka 71 melambangkan usia Sultan dalam tahun Masehi.

Satu jam setelah acara Sugengan, digelar acara Wisuda Abdi Dalem di Bangsal Kasatriyan. Acara ini dipimpin langsung oleh Wakil Penghageng II Parentah Hageng KPH Yudhahadiningrat.

Acara Wisuda Abdi Dalem biasa digelar dua kali dalam setahun pada bulan Syawal dan Mulud, disesuaikan dengan hari-hari besar agama Islam. Namun karena padatnya kegiatan Hajad Dalem pada bulan Mulud, maka Wisuda Abdi Dalem kali ini dilaksanakan pada bulan Bakda Mulud.

Terdapat 253 Abdi Dalem yang mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 167 Abdi Dalem Punakawan dan 86 Abdi Dalem Keprajan. Mereka menerima kedudukan (kalenggahan) baru, naik pangkat (minggah pangkat), atau digeser ke bagian lain (liyer mingser). Pangkat tertinggi untuk Abdi Dalem Punakawan, Bupati Nayaka, diberikan kepada KRT Pakukusumo dari Tepas Banjar Wilopo. Gelar baru juga disematkan kepada Bupati Bantul, Drs H. Suharsono dari golongan Abdi Dalem Keprajan.

Selain Abdi Dalem dari Yogyakarta, diwisuda juga tiga orang Abdi Dalem dari Makassar dan dua orang Abdi Dalem dari Magetan. Abdi Dalem dari Makassar merupakan keturunan sekaligus penjaga makam Pangeran Diponegoro, sedang Abdi Dalem dari Magetan bertugas menjaga makam mertua sekaligus guru Sri Sultan Hamengkubuwono II.

Setiap Abdi Dalem mendapatkan Serat Kekancingan atau surat keputusan yang menyatakan gelar baru sesuai kenaikan pangkat yang diterima. Serat Kekancingan diberikan langsung oleh Penghageng II Parentah Hageng KPH Wironegoro, Wakil Penghageng I KHP Parasraya Budaya GKR Maduretno, Penghageng II Tepas Tandha Yekti GKR Hayu, dan Wakil Penghageng I KHP Nitya Budaya GKR Bendara.

Acara Wisuda Abdi Dalem kemudian ditutup dengan pidato oleh putri sulung Sultan, GKR Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng in Mataram.

TATA PEMERINTAHAN