Info Terkini

KHP Kridhomardowo Keraton Yogyakarta Terima Abdi Dalem Secara Terbuka

506 | Rabu, 24 Februari 2021 admin

Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridhomardowo, divisi kesenian dan pertunjukan di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengabdikan diri menjadi Abdi Dalem.

Golongan yang dibuka pada penerimaan Abdi Dalem kali ini adalah Wiyaga (penabuh gamelan), Pasindhen (pelantun tembang putri), Lebdaswara (pelantun tembang putra), dan Musikan (korps pemain alat musik barat). Tiap golongan memiliki persyaratan khusus seperti: mahir memainkan gamelan gaya Yogyakarta untuk Wiyaga, mahir melagukan gerongan/sindhenan (syair) dari materi pilihan yaitu Ladrang Prabu Mataram atau Ladrang Raja Manggala untuk Pasindhen dan Lebdaswara, serta mahir membaca not balok dan memainkan alat musik tiup atau alat musik perkusi untuk Musikan.


“Selama ini kan banyak masyarakat yang ingin menjadi Abdi Dalem tetapi tidak tahu bagaimana caranya? Kebetulan kawedanan ini sendiri sedang membutuhkan Abdi Dalem untuk 4 golongan tersebut. Jadi saya bersama pengajeng atau pimpinan golongan Wiyaga yaitu MW Susilomadyo dan teman-teman lain di Kridhomardowo membentuk tim, atas dhawuh KPH Notonegoro selaku penghageng, untuk membuka pendaftaran dan penerimaan secara terbuka. Kami ingin memberikan kesempatan kepada teman-teman di luar yang tertarik dan memang sungguh-sungguh berniat menjadi Abdi Dalem di Keraton Yogyakarta,” terang MB Brongtomadyo selaku Ketua Panitia Penerimaan Abdi Dalem Kridhomardowo.

Penerimaan Abdi Dalem secara terbuka baru pertama kali dilakukan oleh KHP Kridhomardowo. Secara umum, persyaratannya adalah bersedia dengan tulus mengabdi di Keraton Yogyakarta; berusia 17-45 tahun; Warga Negara Indonesia, berdomisili atau tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta dan seputar Jawa Tengah; serta bersedia mengikuti tahap seleksi yang diadakan. Persyaratan mengenai domisili di DIY dan Jawa Tengah bertujuan untuk memudahkan mobilitas calon pendaftar, karena nantinya jika diterima menjadi Abdi Dalem akan ada kewajiban untuk marak dan sowan di Keraton Yogyakarta.


Adapun seleksi dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama dilaksanakan secara virtual dengan menyeleksi video yang dikirim peserta. Sementara tahap kedua akan dilaksanakan penilaian secara langsung oleh tim dari KHP Kridhomardowo di Keraton Yogyakarta. Setelah lolos seleksi, calon Abdi Dalem akan menjalani proses magang terlebih dahulu selama 2 tahun.

“Banyak juga yang mungkin mempertanyakan mengapa hanya 4 golongan ini saja yang dibuka? Ya karena sejauh ini dari Kridhomardowo memang baru membutuhkan Abdi Dalem dari 4 golongan ini saja. Kalau untuk golongan lain di Kridhomardowo, menurut KPH Notonegoro, ini masih mencukupi. Sementara untuk tepas atau kawedanan lain, bukan kapasitas saya untuk menjawab, karena tiap tepas dan kawedanan memiliki kebijakannya masing-masing tentang tata cara penerimaan Abdi Dalem dan bidang apa saja yang dibutuhkan,” jelas MB Brongtomadyo.

Bagi masyarakat yang tertarik, berniat, dan memenuhi syarat bisa mengikuti seleksi tahap pertama dengan membuat video yang menunjukkan kemahiran menabuh gamelan, melagukan gerongan/sindhenan, atau memainkan alat musik sesuai ketentuan.

Nantinya video tersebut dikirimkan melalui e-mail kridhomardowo@kratonjogja.id hingga Senin, 1 Maret 2021 pukul 23.59 WIB. Syarat lengkap mengenai penerimaan Abdi Dalem dapat disimak pada gambar. Informasi lebih lanjut silakan menghubungi narahubung Nyi MJ Retnolumaksomardowo/Retno 0822-2764-9449 (hanya menerima SMS & WhatsApp).


“Perlu diingat bagi teman-teman dan masyarakat yang ingin mendaftar, bahwa ini bukan lowongan pekerjaan, karena menjadi Abdi Dalem adalah komitmen pengabdian seumur hidup. Jadi intinya pengabdian, dengan cara nguri-uri kabudayan hadiluhung, khususnya karawitan di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, itu yang perlu ditanamkan. Takutnya kalau dikira ini sebagai pekerjaan dengan imbalan tertentu, nanti akan kecewa,” pungkas MB Brongtomadyo.

TATA PEMERINTAHAN