Info Terkini

Keraton Yogyakarta Peringati Hari Sumpah Pemuda dengan Pentas Musikan Mandalasana

232 | Selasa, 02 November 2021 admin

Untuk menggelorakan semangat peringatan 93 tahun Hari Sumpah Pemuda, KHP Kridhamardawa, divisi kesenian dan pertunjukan dari Keraton Yogyakarta kembali menggelar Pentas Musikan Mandalasana pada Kamis (28/10) lalu. Masih dalam suasana pandemi, pementasan ini disiarkan langsung secara virtual melalui kanal YouTube Kraton Jogja. Seluruh Abdi Dalem Musikan dan kerabat kerja yang bertugas telah melakukan tes swab antigen dengan hasil negatif. Jumlah pemusik juga dibatasi agar tetap menjaga jarak.

Berbeda dari Pentas Musikan Mandalasana yang sudah-sudah, kali ini Kanca Abdi Dalem Musikan menghadirkan format pementasan string ensemble (ansambel musik gesek). “Jadi kalau sebelumnya banyak instrumen tiup, kali ini akan didominasi (instrumen) violin, viola, selo, dan kontrabas. Namun tetap akan menghadirkan instrumen perkusi juga,” ungkap KPH Notonegoro selaku Penghageng KHP Kridhamardawa.


Sekitar pukul 09.50 WIB, iring-iringan prajurit korps musik Keraton Yogyakarta menjadi pembuka prosesi dan menjemput para Abdi Dalem Musikan dari Bangsal Kasatriyan menuju Bangsal Mandhalasana yang terletak di pelataran kedhaton. Tepat pukul 10.00 WIB, seluruh pemusik mengawali pementasan dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian diikuti Gati Mardowo sebagai aransemen wajib pada setiap pementasan di Bangsal Mandhalasana. RW Widyogunomardowo bertindak sebagai konduktor (pengaba), selanjutnya memimpin pemusik untuk membawakan aransemen lagu bertema kebangsaan, perjuangan, dan kepemudaan. Lagu-lagu tersebut yaitu Satu Nusa Satu Bangsa, Bhinneka Tunggal Ika, Bangun Pemudi Pemuda, Garuda Pancasila, Tanah Airku, Dari Sabang Sampai Merauke, dan Bagimu Negeri. 

Format string ensemble diharapkan menjadi warna baru dalam Pentas Musikan Mandalasana. “Harapannya Pentas Musikan yang hadir dengan format string ensemble kali ini bisa menghadirkan semangat kebaruan dalam Pentas Musikan di Keraton Yogyakarta. Semoga bisa menular ke segenap lapisan masyarakat yang menyaksikan, karena sejatinya semangat kebaruan inilah yang mendasari semangat pembangunan para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa Indonesia,” tutup KPH Notonegoro.



TATA PEMERINTAHAN