Tentang Kami
Situs web resmi Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini menyajikan berbagai informasi terkait pusat pemerintahan monarki di Jawa yang telah berusia lebih dari 250 tahun. Berbagai kekayaan budaya dengan filosofi tinggi disajikan dalam bentuk digital agar mudah diikuti berbagai generasi oleh Kawedanan Tandha Yekti.
PELAJARI LEBIH LANJUT
Profil HB Ka10
Sebelum Bertahta
Lambang
Warta
Berita Terbaru
Sederhana Sarat Makna: Pembagian Ubarampe Pareden Garebeg Mulud Be 1960/2026
Hiruk pikuk gelaran Hajad Dalem Sekaten Be 1960/2026 baru saja berakhir dengan prosesi Kondur Gangsa. Tak sampai 24 jam pascaprosesi puncak Sekaten, Kagungan Dalem Bangsal Srimanganti kembali tampak sibuk pada Rabu (26/08) pagi. Tepat saat genta berdentang delapan kali, Abdi Dalem Keraton Yogyakarta berbusana Jawa lengkap mulai duduk bersila di teras Bangsal Srimanganti. Sementara di atas pendapa, ratusan ubarampe pareden telah tertata rapi di dalam ancak (wadah dari bambu). Prosesi Garebeg Mulud Be 1960/2026 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tinggal menunggu waktu untuk digelar secara sederhana.
Kondur Gangsa, Babak Akhir Hajad Dalem Sekaten Mulud Be 1960/2026
Dalam puncak perayaan Sekaten pada Selasa Wage (25/08) malam atau 11 Mulud Be 1960, Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 Miyos (hadir dalam ruang upacara) untuk mendengarkan secara saksama pembacaan Riwayat Nabi Muhammad SAW. Sinuwun duduk tepat di tengah Saka Guru serambi Masjid Gedhe, sementara itu Putra Dalem Putri GKR Mangkubumi, GKR Bendara, dan Mantu Dalem KPH Wironegoro, KPH Purbodiningrat, serta Wayah Dalem RAj Nisaka Irdina Yudanegara juga hadir mengiringi. Sementara Wayah Dalem RM Drasthya Wironegoro tengah bertugas sebagai Kapten Prajurit Wirabraja. Turut hadir kerabat Pura Pakualaman BPH Kusumo Bimantoro dan KRMT Kusumo Aminoto, serta segenap Abdi Dalem perwakilan kawedanan di Keraton Yogyakarta, duduk rapi di sekeliling untuk ikut menyimak pembacaan riwayat Nabi. Bertindak sebagai pembaca Risalah Nabi Muhammad SAW yaitu Raden Riya Mangkuhadiningrat, Pengajeng Urusan Pengulon.
Melestarikan Warisan Agung: Kereta Mandra Juwala Jalani Uji Kelayakan
Pada Senin siang (20/07), kawasan Kagungan Dalem Wahanarata riuh oleh berbagai persiapan. Hangatnya sinar matahari pertengahan tahun menjadi saksi berlangsungnya agenda rutin bagi koleksi kereta bersejarah milik Keraton Yogyakarta, Kereta Mandra Juwala, menjalani uji kelayakan jalan. Bagi Keraton Yogyakarta, pusaka peninggalan leluhur bukan sekadar benda mati yang dipajang di balik lemari kaca pameran. Kereta-kereta kuda koleksi kerajaan merupakan salah satu entitas kebudayaan yang memiliki fungsi historis, spiritual, dan mekanis yang terus dirawat secara berkelanjutan. Uji kelayakan ini menjadi komitmen nyata Museum Wahanarata untuk memastikan bahwa wujud kebudayaan bernilai tinggi tersebut tidak hanya anggun sebagai objek pamer (layak pamer), melainkan juga tetap tangguh dan aman ketika difungsikan (layak guna).
Takhta, Darma, dan Karsa: Menghidupkan Kembali Warisan Pemikiran Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Sebuah upaya untuk menelusuri kembali pemikiran, karya, dan keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX hadir melalui peluncuran buku Takhta, Darma, & Karsa: Pemikiran, Karya, dan Keteladanan Bapak Pramuka Indonesia Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Buku tersebut diluncurkan pada Kamis (13/08) di Auditorium Sukarman, Lantai 2, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.
Temukan Kami
Kunjungan
Selain berfungsi sebagai tempat kediaman Sultan, sebagian area Keraton Yogyakarta dapat dikunjungi oleh publik sebagai destinasi pariwisata yang dikelola oleh Kawedanan Radya Kartiyasa.
Pertunjukan
Berbagai macam agenda pertunjukan seni budaya di Keraton Yogyakarta yang dikelola oleh Kawedanan Krida Mardawa
Publik
Urusan publik terkait Keraton Yogyakarta