Tentang Kami
Situs web resmi Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini menyajikan berbagai informasi terkait pusat pemerintahan monarki di Jawa yang telah berusia lebih dari 250 tahun. Berbagai kekayaan budaya dengan filosofi tinggi disajikan dalam bentuk digital agar mudah diikuti berbagai generasi oleh Kawedanan Tandha Yekti.
PELAJARI LEBIH LANJUT
Profil HB Ka10
Sebelum Bertahta
Lambang
Warta
Berita Terbaru
Pameran Pangastho Aji Resmi Ditutup: 260 Ribu Pengunjung Hidupkan Kembali Marwah Sultan Kedelapan
Riuh antusiasme masyarakat memenuhi kompleks Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta pada Sabtu malam (24/1). Ribuan pasang mata menjadi saksi berakhirnya perjalanan panjang pameran temporer "Pangastho Aji: Laku Sultan Kedelapan" yang telah berlangsung sejak 27 September 2025. Puncak acara penutupan ini ditandai dengan kehadiran Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 beserta keluarga besar Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, tepat pada pukul 19.30 WIB. Kehadiran Ingkang Sinuwun disambut hangat oleh masyarakat yang bahkan sudah mulai mengantre di depan gerbang sejak pukul 16.00 WIB, meskipun pintu masuk baru resmi dibuka pukul 18.00 WIB.
Labuhan Dlepih: Kembali Napak Tilas Laku Leluhur Kasultanan Yogyakarta
Prosesi Labuhan Ageng di Dlepih terbilang hampir sama dengan ketiga tempat lainnya. Pada Senin (19/01) atau 30 Rejeb Dal 1959 lalu, tepat pukul 11.00 WIB, Utusan Dalem KRT Wiraguna dan KRT Sinduhadiningrat beserta ubarampe labuhan tiba di Petilasan Dlepih Khayangan. Setibanya di lokasi, Utusan Dalem beriringan menyusuri jalan setapak yang berada di tepi atas Sungai Wiraka melewati Sela Penangkep yaitu dua buah batu alam di tepi sungai. Kedua batu alam tersebut berukuran besar dan tinggi dengan posisi berdampingan, bagian atasnya berimpitan, sementara bagian bawahnya terpisah.
Keraton Wujudkan Harmoni Alam dalam Hajad Dalem Labuhan Ageng Dal 1959
Setiap akhir bulan Rejeb dalam kalender Jawa Sultanagungan, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat memperingati Ulang Tahun Kenaikan Takhta (Tingalan Jumenengan Dalem) Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10. Tahun 2026 ini, upacara Tingalan Jumenengan Dalem dilakukan untuk memperingati 38 tahun bertakhta Ingkang Sinuwun, bertepatan dengan Minggu Kliwon, 18 Januari 2026 (29 Rejeb Dal 1959). Sementara itu, berdasarkan tahun Masehi, Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 dan GKR Hemas genap bertakhta selama 37 tahun pada tanggal 7 Maret 2026. Guna memperingati agenda tersebut, Keraton Yogyakarta menggelar serangkaian upacara tradisional, salah satunya upacara Labuhan.
Tingalan Jumenengan Dalem Dal 1959: Rasa Syukur Tandai 38 Tahun Sri Sultan Bertakhta
Tahun Dal selalu memberikan warna tersendiri bagi masyarakat Jawa, termasuk bagi Keraton Yogyakarta. Terhitung sejak 29 Rejeb Wawu 1921, Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 dan GKR Hemas merayakan 38 tahun bertakhta dalam kalender Jawa Sultanagungan. Pada 29 Rejeb Dal 1959 atau bertepatan dengan 18 Januari 2026, Keraton Yogyakarta menggelar Hajad Dalem Tingalan Jumenengan Dalem sebagai ritual penanda peringatan Ulang Tahun Kenaikan Takhta sang Sultan, yang telah dimulai beberapa hari sebelumnya dan berakhir beberapa hari sesudahnya.
Temukan Kami
Kunjungan
Pertunjukan
Berbagai macam agenda pertunjukan seni budaya di Keraton Yogyakarta yang dikelola oleh Kawedanan Krida Mardawa
Publik
Urusan publik terkait Keraton Yogyakarta
Daftar Acara
Agenda Terdekat
Fragmen Wayang Wong oleh Sanggar Tari Wiraga Apuletan lakon "Prabu Anom Kaca Negara"
Pementasan ini dapat disaksikan langsung di Bangsal Srimanganti Keraton Yogyakarta, dengan membeli tiket masuk Museum Kedhaton Keraton Yogyakarta yang berada di area Kamandungan Lor (pelataran Keben).
Selamat berwisata di Keraton Yogyakarta!
Gladhen Beksan - Kawedanan Kridhamardawa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat
Pementasan ini dapat disaksikan langsung di Bangsal Srimanganti Keraton Yogyakarta, dengan membeli tiket masuk Museum Kedhaton Keraton Yogyakarta yang berada di area Kamandungan Lor (pelataran Keben).
Selamat berwisata di Keraton Yogyakarta!