Tentang Kami
Situs web resmi Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini menyajikan berbagai informasi terkait pusat pemerintahan monarki di Jawa yang telah berusia lebih dari 250 tahun. Berbagai kekayaan budaya dengan filosofi tinggi disajikan dalam bentuk digital agar mudah diikuti berbagai generasi oleh Kawedanan Tandha Yekti.
PELAJARI LEBIH LANJUT
Profil HB Ka10
Sebelum Bertahta
Lambang
Warta
Berita Terbaru
Pendar Cahaya Kebijakan: Wejangan Hidup Lakon Panji Jaya Berdangga Sambut Malam 1 Sura
“Dhug…dhog…dhog.” Bunyi keprak yang samar-samar seperti hentakan kaki kuda terdengar pada setiap penjuru Kagungan Dalem Bangsal Kamandungan Kidul. Seperangkat pertunjukan wayang, seperangkat gamelan, tenda, bentangan tikar, serta para hadirin memenuhi tempat untuk merayakan momentum Mangayubagya Warsa Enggal 1 Sura Be 1960, pada Selasa malam (16/06).
Dalam Keheningan, Abdi Dalem dan Masyarakat Sambut Warsa Enggal Be 1960 dengan Lampah Budaya Mubeng Beteng
Bagi masyarakat Jawa, tahun baru yang diperingati setiap tanggal 1 Sura menjadi momentum reflektif dan kontemplatif. Bulan Sura sebagai bulan pertama dalam kalender Jawa pun menjadi masa penting untuk membersihkan diri dalam menyambut tahun yang baru. Dalam rangka Mangayubagya Warsa Enggal Be 1960, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat menyelenggarakan beberapa agenda yang bersifat Hajad Dalem (agenda yang diselenggarakan oleh keraton), seperti Siraman Pusaka yang akan digelar pada 7-8 Juli 2026 mendatang dan Pergelaran Ringgit Wacucal Gedhog Cariyos Panji: Lampahan Jaya Berdangga pada Selasa (16/06), maupun Hajad Kawula Dalem (agenda yang diinisiasi oleh masyarakat) seperti Lampah Budaya Mubeng Beteng.
Geliat Tiga Bulan Pameran Smarabawana: Hidupkan Narasi Tata Ruang Lewat Instalasi Interaktif dan Jelajah Budaya
Sejak resmi dibuka pada 8 Maret 2026, Pameran Temporer "Smarabawana: Tata Ruang Kasultanan Yogyakarta" terus memikat antusiasme publik secara luas hingga menapak di bulan ketiga. Pada awal Juni 2026, pameran yang mengupas tuntas filosofi, arsitektur, dan kosmologi tata ruang kota Yogyakarta tercatat telah menyedot perhatian 124.752 pengunjung. Menariknya, arus kunjungan kali ini secara signifikan didominasi oleh generasi muda yang tampak antusias menyelami akar sejarah dan tata kota warisan leluhurnya. Pesona ekshibisi ini bahkan turut menarik perhatian sejumlah figur publik dan pesohor tanah air, mulai dari pembuat konten Fujianti Utami (Fuji An), musisi tradisi modern Ndarboy Genk, hingga jajaran tokoh nasional seperti Komisaris Utama Garuda Indonesia, Marsekal TNI (Purn.) Fadjar Prasetyo, yang menyempatkan diri mengapresiasi langsung koleksi adiluhung yang dipamerkan.
Pameran Temporer ‘Ing Lakon”, Kolaborasi Budaya Keraton Yogyakarta dan Museum Bank Indonesia
Keraton Yogyakarta kembali menegaskan peran aktifnya dalam merawat memori kolektif bangsa sekaligus memperluas jangkauan edukasi sejarah melalui langkah diplomasi budaya. Dalam pembukaan Pameran Temporer "Ing Lakon: Wayang Wong Dadi Saksi" yang resmi dibuka pada Rabu (03/06), di Museum Bank Indonesia, Keraton Yogyakarta mengambil andil krusial dengan meminjamkan koleksi adiluhung berupa busana pertunjukan Wayang Wong. Kehadiran koleksi ini bukan sekadar pelengkap ruang pamer, melainkan pasak autentik yang menghidupkan kembali narasi sejarah moneter pra-kemerdekaan. Langkah sinergi kultural lintas institusi ini dihadiri dan diresmikan langsung oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara selaku Penghageng Kawedanan Hageng Nitya Budaya, yang mewakili pihak Keraton Yogyakarta dalam merayakan titik temu antara keluhuran seni istana dan rekam jejak finansial bangsa.
Temukan Kami
Kunjungan
Selain berfungsi sebagai tempat kediaman Sultan, sebagian area Keraton Yogyakarta dapat dikunjungi oleh publik sebagai destinasi pariwisata yang dikelola oleh Kawedanan Radya Kartiyasa.
Pertunjukan
Berbagai macam agenda pertunjukan seni budaya di Keraton Yogyakarta yang dikelola oleh Kawedanan Krida Mardawa
Publik
Urusan publik terkait Keraton Yogyakarta