Tentang Kami
Situs web resmi Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini menyajikan berbagai informasi terkait pusat pemerintahan monarki di Jawa yang telah berusia lebih dari 250 tahun. Berbagai kekayaan budaya dengan filosofi tinggi disajikan dalam bentuk digital agar mudah diikuti berbagai generasi oleh Kawedanan Tandha Yekti.
PELAJARI LEBIH LANJUT
Profil HB Ka10
Sebelum Bertahta
Lambang
Warta
Berita Terbaru
Delapan Dasawarsa Sri Sultan, Bersahaja Merawat Napas Rakyat
Langit Yogyakarta berselimut doa dan harapan dalam peringatan Mangayubagya 80 Taun Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10, Kamis (02/04) atau 14 Sawal Dal 1959. Angka delapan puluh bukan sekadar pergantian angka; melainkan dikenal dengan istilah Tumbuk Ageng, siklus sakral yang menandai kematangan paripurna seorang insan, serupa oase kedewasaan pada Tumbuk Ageng pertama saat manusia berusia 64 tahun.
Wayangan Bedhol Songsong Sawal Dal 1959 Angkat Nilai Kejujuran dan Kesetiaan Kisah Tugu Indradi
Jumat Legi (20/03), bertepatan dengan 1 Sawal Dal 1959, Keraton Yogyakarta kembali menggelar pagelaran wayang kulit Bedhol Songsong secara terbuka di Kagungan Dalem Gedhong Sasana Hinggil Dwi Abad sebagai rangkaian pungkasan Hajad Dalem Garebeg Sawal Dal 1959. Lakon yang ditampilkan pada pagelaran kali ini diambil dari bagian epos Ramayana, bertajuk Tugu Indradi, yang dibawakan oleh Mas Lurah Cermo Radyoharsono.
Hajad Dalem Ngabekten Dal 1959: Lebaran di Keraton Berlangsung Khidmat
Keraton Yogyakarta baru saja menyelenggarakan Hajad Dalem Ngabekten Dal 1959/2026 selama dua hari, Jumat (20/03) dan Sabtu (21/03). Momentum ini dilaksanakan sebagai rangkaian agenda peringatan Idulfitri 1447 Hijriah, seperti halnya pelaksanaan Hajad Dalem Garebeg Sawal, Jumat (20/03). Di keraton, Ngabekten merupakan bentuk bakti dan penghormatan kepada Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10, selayaknya tradisi sungkeman yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya saat momentum Lebaran.
Garebeg Sawal Dal 1959: Hadirkan Kembali Revitalisasi dan Inovasi
Pada 1 Sawal Dal 1959 dalam kalender Jawa Sultanagungan yang bertepatan dengan Jumat Legi (20/03) dalam kalender Masehi, Keraton Yogyakarta kembali melangsungkan Hajad Dalem Garebeg Sawal Dal 1959 untuk merayakan Idulfitri 1447 Hijriah. Seperti prosesi Garebeg sebelum-sebelumnya, keraton kembali berupaya untuk menghadirkan sejumlah revitalisasi.
Temukan Kami
Kunjungan
Selain berfungsi sebagai tempat kediaman Sultan, sebagian area Keraton Yogyakarta dapat dikunjungi oleh publik sebagai destinasi pariwisata yang dikelola oleh Kawedanan Radya Kartiyasa.
Pertunjukan
Berbagai macam agenda pertunjukan seni budaya di Keraton Yogyakarta yang dikelola oleh Kawedanan Krida Mardawa
Publik
Urusan publik terkait Keraton Yogyakarta